Hubungan Pola Asuh Dan Hygiene Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Kolonodale Kecamatan Petasia Kabupaten Morowali Utara
Keywords:
Stunting, IMD, ASI Eksklusif, MP-ASI, Hygiene – Sanitasi LingkunganAbstract
Permasalahan tumbuh kembang kronis yang dikenal sebagai stunting tetap menjadi tantangan kesehatan publik yang penting di Indonesia, terutama di wilayah Kabupaten Morowali Utara, dimana terjadi peningkatan kasus dari periode 2022 – 2023 dengan proporsi mencapai 28,3% dari total populasi anak yang mengalami stunting. Pusat layanan kesehatan masyarakat Kolonodale mencatat data statistik tertinggi di kawasan tersebut dengan prevalensi 20% pada tahun 2023. Fenomena ini Studi ini dirancang untuk meneliti keterkaitan antara pola asuh (inisiasi menyusu dini, pemberian ASI eksklusif, Metode penelitian menerapkan rancangan kuantitatif dengan teknik cross-sectional. Jumlah sampel penelitian sebanyak 154 responden yang merupakan ibu dari anak batita, menggunakan metode pengambilan sampel accidental sampling. Proses pengumpulan data menggunakan kuesioner sebagai instrumen dan dianalisis melalui pengujian univariat dan bivariat dengan taraf kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil menunjukkan hubungan bermakna antara inisiasi menyusu dini (p-value=0,000), pemberian ASI eksklusif (p-value=0,000), makanan pendamping ASI (p-value=0,000), kebersihan sanitasi lingkungan (p-value=0,000), dengan kejadian stunting. Saran yang diberikan kepada orang tua meliputi memastikan pelaksanaan inisiasi menyusu dini segera setelah melahirkan, memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan, menyediakan makanan pendamping ASI dengan kandungan gizi seimbang sesuai tahap pertumbuhan anak, serta menjaga kebersihan dan sanitasi lingkungan untuk mencegah terjadinya stunting pada anak.
References
1.Jacob S, Jatau AA, Darbe JW, Olakunle FJ, Jacob HS, Buhari M. Parental Childcare Practices Related to Nutrition, Psychosocial Support, Water Sanitation and Hygienein Kanam Communities, Plateau State, Nigeria. EJDEVELOP. 16 April 2024;4(2):28–34.
2.Yusuf FA, Paramata NR, Jafar CPSH. Hubungan Peran Breastfeeding Father (Ayah ASI) dengan Pemberian ASI Eksklusif dalam Pencegahan Stunting. JLH. 30 April 2024;5(1):221–32.
3.Ilesanmi-Oyelere BL, Kruger MC. The Role of Milk Components, Pro-, Pre-, and Synbiotic Foods in Calcium Absorption and Bone Health Maintenance. Front Nutr. 23 September 2020;7:578702.
4.Solomon ET, Gari SR, Kloos H, Alemu BM. Handwashing effect on diarrheal incidence in children under 5 years old in rural eastern Ethiopia: a cluster randomized controlled trial. Trop Med Health. Desember 2021;49(1):26.
5.Pramudyawati Y. Program Starata 2 Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Pascasarjana Universitas Lampung Bandar Lampung 2022.
6.Creswell JW. Research Design Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. 3 ed. SAGE; 2009.
7.Szyller H, Antosz K, Batko J, Mytych A, Dziedziak M, Wrzes niewska M, dkk. Bioactive Components of Human Milk and Their Impact on Child’s Health and Development, Literature Review. Nutrients. 14 Mei 2024;16(10):1487.
8.Toftlund LH, Beck-Nielsen SS, Agertoft L, Halken S, Zachariassen G. Higher bone mineral density at six years of age in very preterm-born infants fed human milk compared to formula feeding. A secondary analysis of an RCT. Eur J Pediatr. 30 Januari 2025;184(2):160.
9.Badriyah L, Syafiq A. The Association Between Sanitation, Hygiene, and Stuntingin Children Under Two-Years (An Analysis of Indonesia’s Basic HealthResearch, 2013). MSK. 18 Agustus 2017;21(2):35–41.
10.Twabi HS, Manda SOM, Small DS. Evaluating the Effect of Appropriate Complementary Feeding Practices on Child Growth in Malawi Using Cross-sectionalData: An Application of Propensity Score Matching. Front Nutr. 18 November 2021;8:714232.
11.Taha Z, Garemo M, Nanda J. Complementary feeding practices among infants and young children in Abu Dhabi, United Arab Emirates. BMC Public Health. Desember 2020;20(1):1308.